Jumat, 18 Desember 2009

inhalasi nebulizer

INHALASI NEBULIZER

A. PENGERTIAN
Terapi inhalasi dalah sistem pemberian obat dengan cara menghirup obat dengan bantuan alat tertentu, misalnya nebulizer.
Nebulizer adalah suatu jenis cara inhalasi dengan menggunakan alat pemecah obat untuk menjadi bagian-bagian seperti hujan/uap untuk dihisap. Biasanya untuk pengobatan saluran pernafasan bagian lebih bawah.

B. TUJUAN
 Mengobati peradangan saluran pernafasan bagian atas.
 menghilangkan sesak selaput lendir saluran nafas bagian atas sehingga lendir menjadi encer dan mudah keluar.
 menjaga selaput lendir dalam keadaan lembab.
 melegakan pernafasan.
 mengurangi pembekakan selaput lender.
 mencegah pengeringan selaput lender.
 mengendurkan otot dan penyembuhan batuk.
 menghilangkan gatal pada kerongkongan.

C. PERSIAPAN ALAT
 nebulizer
 tissue
 selang/kanula udara
 sarung tangan
 obat inhalasi
 masker, nasal canule, mouthpiece
 neirbeken
 kasa lembab



D. PERSIAPAN PASIEN
 Pasien diinstruksikan untuk napas melalui mulut, ambil napas lambat, dalam dan kemudian menahan napas selama beberapa detik pada akhir inspirasi untuk meningkatkan tekanan intrapleural dan membuka kembali alveoli yang kolaps, dengan demikian meningkatkan kapasitas residual fungsional.
 Pasien didorong untuk batuk dan untuk mengevaluasi seberapa baik terapi bekerja.
 Peralatan harus dibersihkan dan disimpan dengan baik bila digunakan di rumah.

E. PERSIAPAN LINGKUNGAN
Terapi inhalasi dengan nebulizer dapat diberikan:
• Di rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan yang telah memenuhi persyaratan.
• Di rumah dengan aturan yang sudah dimengerti dengan baik dan benar


F. PROSEDUR
1. Alat didekatkan, pakai sarung tangan.
2. Atur pisisi fowler.
3. Jalan nafas dibersihkan, hidung dibersihkan dengan kapas lembab, kapas yg kotor buang ke neirbeken.
4. Obat dimasukkan dlm tempat penampungan obat.
5. Hubungkan masker/nasal canule/mouthpiece pada klien sehingga uap dan obat tidak keluar.
6. Klien dianjurkan nafas dalam secara teratur.
7. Bila klien merasa lelah, matikan nebulizer sebentar, berikan kesempatan klien istirahat.
8. Setelah obat sudah habis, matikan mesin nebulizer.
9. Perhatikan keadaan umum.
10. Alat dibersihkan dan dirapikan, sarung tangan dilepas.
11. Cuci tangan.

G. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Gunakan tubing, nebulizer cup, mouthpiece/masker untuk masing-masing pasien (single use).
Lindungi mata dari uap.
Berikan obat yang sesuai dengan resep yang dianjurkan oleh dokter.
Jangan mencampur obat tanpa seijin dokter.
Jika memungkinkan, selama terapi, atur nafas dengan menarik nafas dalam melalui hidung dan tiup melalui mulut.
Perhatikan perubahan yang terjadi, seperti kebiruan (sianosis), batuk berkepanjangan, gemetar (tremor), berdebar-debar, mual, muntah dan lain-lain.
Lakukan penepukan dada atau punggung pada saat atau setelah selesai terapi inhalasi.
Segera setelah selesai melakukan terapi inhalasi, basuh wajah dengan air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar